[ 28 Oktober 2021 by diskominfo 0 Comments ]

Kominfo Sergai Terapkan Pindai QR Code PeduliLindungi 

Sei Rampah,

Sebagai salah satu instansi yang melaksanakan disiplin protokol kesehatan (prokes), Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah menerapkan ketentuan scan Quick Response (QR) Code menggunakan aplikasi PeduliLindungi dan dipasang di pintu atau akses masuk kantor.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kominfo Drs. H. Akmal, AP, M.Si, di ruang kerjanya di Kantor Dinas Kominfo, Kompleks Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Kamis (28/10/2021) pagi.

“ Penerapan scan QR Code PeduliLindungi di Dinas Kominfo ini, dilaksanakan di untuk mendukung disiplin prokes di lingkungan kerja sehingga diharapkan menekan laju pandemic,” kata Akmal.

Selain gedung Kantor Bupati Sergai, Dinas Kominfo merupakan yang pertama kalinya menerapkan scan QR Code PeduliLindungi bagi para pengunjung yang datang ke Kantor Dinas Kominfo. Kedepannya akan menyusul di perkantoran OPD lainnya, kecamatan hingga ke tingkat desa/kelurahan, ungkap Kadis Kominfo.

Lebih lanjut disampaikannya, ada beberapa manfaat yang diperoleh dengan diterapkannya mekanisme QR Code PeduliLindungi ini. Pertama, tiap OPD dapat mengatur kepadatan maksimal pengunjung yang diperbolehkan masuk untuk mendukung penerapan prokes dan menekan penyebaran pandemi.

Selanjutnya, aplikasi ini juga terkoneksi dengan data pemeriksaan Covid-19 dan vaksinasi nasional, sehingga bisa langsung diketahui status tiap individu yang berkunjung, cukup dengan memindai poster QR Code lewat aplikasi PeduliLindungi yang bisa diunduh di Playstore.

Terdapat 4 (empat) kategori, lanjut Akmal, yang akan muncul di gawai para pengunjung setelah memindai QR Code tersebut. Kategori ini diwakili dengan notifikasi warna hijau, kuning, merah dan hitam.

“ Warna hijau menandakan jika pengunjung sudah ikut vaksinasi tahap dua dan diperbolehkan masuk. Kuning artinya baru ikut vaksin pertama, diperbolehkan masuk setelah verifikasi lebih lanjut oleh petugas dan diwajibkan menjalankan prokes ketat. Lalu warna merah berarti belum vaksin atau terdata sebagai kontak erat sehingga tidak diperbolehkan masuk. Terakhir warna hitam yang artinya pengunjung tersebut terkonfirmasi positif Covid-19 dan tentu saja dilarang keras masuk ke ruangan,” jelasnya.

Akmal mengatakan, penggunaan mekanisme ini membuktikan teknologi bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk pencegahan penyebaran pandemi.

“Teknologi ini merupakan wujud sinkroninasi lintas lini dan wujud penerapan teknologi untuk hal yang positif. Apalagi di tengah situasi pandemi seperti sekarang, sangat dituntut berbagai inovasi dari berbagai pihak demi kepentingan bersama,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *