Berita Dinas
[ 20 Juli 2021 by diskominfo 0 Comments ]

Dinas Kominfo Sergai Sumbangkan 1 Ekor Lembu Kurban

Tebing Tinggi,
Situasi pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir tidak menghalangi personil Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Serdang Bedagai (Kominfo Sergai) untuk melaksanakan ibadah kurban di Hari Raya Iduladha 1442 H/2021.
Usai melaksanakan pemotongan hewan kurban di Desa Paya Lombang Kecamatan Tebing Tinggi, Kepala Dinas Kominfo Sergai Drs. H. Akmal, AP, M.Si menyebut, jika tahun ini ikut menyumbang 1 ekor lembu untuk dikurbankan.
“Seperti tahun-tahun sebelumnya, Pemkab Sergai mengkoordinir pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dari tiap-tiap OPD yang ada di lingkungan Pemkab Sergai, termasuk Dinas Kominfo. Teknisnya semalam (19/07) hewan kurban sudah diantarkan ke lokasi pemotongan di seluruh 17 kecamatan se-Sergai dan pada hari ini setelah salat Iduladha, pemotongan dilaksanakan,” jelasnya.
Akmal menerangkan, tahun ini ada 7 personil Dinas Kominfo yang ikut berkontribusi menyumbangkan dana untuk membeli hewan kurban.
“Alhamdullilah, tahun ini kita masih diberikan rezeki untuk melaksanakan ibadah kurban. Lembu kurban dari Dinas Kominfo sendiri tadi disembelih di Masjid Al-Mabrur yang berada di Dusun XV Desa Paya Lombang, Kecamatan Tebing Tinggi,” ucapnya.
Akmal mengatakan, hewan kurban sudah disembelih dengan lancar dan mengingat peryaan tahun ini dilaksanakan di tengah pandemi, maka setiap prosesnya dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).
“Sesuai data yang kami terima, tahun ini ada total 89 lembu dan 2 kambing kurban yang bersumber dari seluruh OPD hingga guru-guru. Proses penyembelihan dan pengulitan diusahakan dilaksanakan di ruang terbuka dengan menerapkan prokes, salah satunya dengan meminimalisir terciptanya kerumunan,” ungkap Akmal lagi.
Akmal berharap, tahun ini adalah terakhir kalinya Iduladha berlangsung di tengah pandemi.
“Tahun depan semoga Covid-19 bisa tertanggulangi dan kita sama-sama bisa menunaikan ibadah dalam kondisi normal seperti tahun-tahun sebelum pandemi,” tandas Akmal.

Berita Dinas
[ 14 Juli 2021 by diskominfo 0 Comments ]

Sergai Lakukan Study Tiru ke Taput Pelajari “ Data Desa Presisi “ 

Sei Rampah,
Data Desa Presisi (DDP) merupakan inovasi metodologi yang tidak hanya bersifat numerik atau angka, namun juga data spesial. Oleh karenanya data presisi memiliki tingkat akurasi yang tinggi untuk memberikan gambaran yang aktual dan sesungguhnya.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Serdang Bedagai (Kominfo Sergai) Drs H Akmal AP, M.Si saat mendampingi Bupati H Darma Wijaya melaksanakan study tiru tentang penerapan Data Desa Presisi.
Kedatangan rombongan dari jajaran Pemkab Sergai disambut hangat oleh Bupati Tapanuli Utara (Taput) melalui Sekdakab Drs Indra Simare-mare, M.Si bertempat di Aula Martua Komplek Kantor Bupati Taput, Selasa (13/7/2021).
Kadis Kominfo menyampaikan bahwa, Pemkab Sergai memilih Kabupaten Taput sebagai tujuan study tiru, dikarenakan di sana sudah terlebih dahulu menerapkan Data Desa Presisi yang telah dilaksanakan di Desa Sibandang Kec Muara sebagai desa percontohan data presisi yang bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB). Selain itu, katanya lagi, potensi Kabupaten Taput juga terdapat program unggulan bidang perekonomian yaitu adanya pasar lelang komoditas cabai. Pasar lelang ini dapat menjaga kestabilan harga cabai di pasaran.
“ Desa Presisi ini sangat bermanfaat dan membantu kepala daerah akan kebutuhan data. Selain itu, potensi Kabupaten Tapanuli Utara terdapat program unggulan bidang perekonomian yaitu adanya pasar lelang komoditas cabai. Pasar lelang ini dapat menjaga kestabilan harga cabai di pasaran,” terang Akmal.
Kadis Kominfo Sergai merinci tahapan Data Desa Presisi yaitu; Sosialisasi kegiatan data desa presisi, Pengambilan data citra desa, Melaksanakan Focus Grup Discussion (FGD), Digital partisipatif, Pelatihan bagi petugas pendata, Sensus dengan merdesa app dan Analisis data spasial numerik. Data desa presisi ini bisa di update setiap saat dengan menggunakan handphone android melalui aplikasi yang dibangun oleh IPB sendiri.
“ Ada hal yang menarik dari Data Desa Presisi ini, misalnya, adanya keterlibatan masyarakat dalam nenentukan batas desa, melakukan pengambilan data adalah pemuda desa setempat dan sensus data dan pengambilan foto rumah penduduk juga dilakukan oleh pemuda desa setempat,” ujarnya.
Dengan Data Desa presisi ini kepala daerah dapat mengetahui potensi desa sesuai dengan kebutuhannya secara akurat. Data dan informasi yang diperlukan oleh pemerintah daerah untuk keperluan perencanaan dan pembangunan tersedia real-time dan di-update dengan cepat. Kebutuhan masyarakat yang diperlukan dalam pembangunan dapat segera diketahui dan ditangani, tidak terjadi tumpang tindih data sesuai potensi desanya, pungkas Akmal.