Berita Dinas
[ 31 Januari 2020 by diskominfo 0 Comments ]

Sergai FM, Radio Perangkum Ragam Budaya, Agama dan Usia

Sei Rampah,

Mengudara di frekuensi 92.50 FM sejak tahun 2010, Serdang Bedagai (Sergai) FM sudah menjadi radio kebanggaan di Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat. Di tengah ragam media sosial yang begitu mendominasi ruang informasi, Sergai FM tetap bisa bertahan berkat pilihan program yang variatif. Segmentasi pendengar yang luas menjadikan radio ini tidak kehilangan pendengar. Program yang disajikan pun bisa dinikmati banyak kalangan rentang usia, etnis dan agama, kata Kadis Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Drs H Akmal, AP, M.Si di ruang kerjanya Komplek Kantor Bupati Sergai di Sei Rampah, Jumat (31/1/2020).

Radio Sergai FM yang juga beroperasi di bawah pengawasan Dinas Kominfo mempunyai program yang diracik secara apik dan selalu bisa beradaptasi dalam menghadapi inovasi teknologi komunikasi yang perkembangannya sangat cepat.

“ Sejak dulu Radio Sergai FM sudah jadi representasi Kabupaten Sergai yang bergam, baik dari segi budaya, agama, usia, dan macam identitas lainnya. Kami berusaha merangkum itu semua, mengakomodasi kebutuhan pasar pendengar dengan program-program yang mewakili banyak kaangan,” sebut Akmal.

Kadis Kominfo menyebut untuk program musik sendiri, Sergai FM menyiarkan musik ragam genre. Bagi penikmat musik dangdut, pendengar bisa mengeraskan suara radionya untuk memulai aktifitas dari Senin sampai hari Jumat di jam 07 sampai 10 pagi. Untuk musik populer yang menargetkan pendengar milenial dijadwalkan siar hari Jumat, mulai jam 7 malam sampai radio off air di jam 10.

Pendengar usia remaja dan dewasa awal juga dapat mengekspresikan diri di program Cuti (Curahan Hati) di hari Senin (19:00-22:00), Kata Cinta (Selasa/19:00-22:00) dan Hallo Jomblo (Rabu/19:00-22:00), sebut Akmal.

Akmal melanjutkan, status Sergai sebagai daerah multi-etnis juga disadari betul oleh Sergai FM dengan menyediakan beberapa program bertema budaya, misalnya saja Campur Sari, program khusus lagu-lagu Jawa, yang siar di hari Sabtu dan Minggu setiap pukul 11 sampai 1 siang. Di hari Sabtu, pendengar beretnis Batak juga bisa menikmati ende na tabo (baca: lagu yang enak) di program Dongan Sahuta. Sergai FM juga tak ketinggalan memberi satu slot siaran untuk program budaya Padang lewat Onde Mande dan program bertema Banjar dengan programnya Badundang. Masing-masing bisa ditunggu di hari Sabtu jam 3 sampai 6 sore untuk program Onde Mande dan hari Senin-Selasa di jam yang sama untuk Badundang, terang Akmal.

“Sergai sebagai tanah Melayu memberi tempat khusus untuk budaya Melayu lewat program Melayu Ceria yang siar di hari Senin sampai Kamis dari jam 1 sampai 3 sore (khusus Rabu jam 3 sampai 6 sore),” lanjutnya.

Tidak melulu program hiburan, Sergai FM juga berisi banyak mata acara edukasi. Mulai dari Sergai Smart (Senin-Rabu/11.00-13:00), English Fun (Rabu/13:00-15:00), Dunia Anak (Minggu/07:00-11:00) hingga Tips dan Info (Kamis, 15.00:18:00).

Pada pembangunan daerah, Sergai FM sebagai corong informasi resmi Pemkab Sergai juga turut sumbang kontribusi dengan beberapa program berkualitas yang mewakili visi misi Kabupaten yang unggul, inovatif dan berkelanjutan, antara lain program Lensa Sergai yang isinya bincang-bincang dan tanya jawab dengan mengundang narasumber perwakilan pemerintah dan  (OPD). Program ini dapat didengar hari Senin-Jumat, jam 10:00-11:00. “ Pun, Sergai FM berperan sebagai media publikasi pariwisata di Tanah Bertuah Negeri Beradat dengan munculnya program Sekata (Jumat/14:00-15:00),” ujar Kadis Kominfo.

Kabupaten Sergai juga dikenal sebagai daerah religius yang menjunjung tinggi toleransi. “Kita punya program Ceramah Agama Islam yang disiarkan Senin-Jumat setiap jelang magrib di jam 6 sampai 7 malam. Di hari minggu umat Kristiani juga dapat mendengar khotbah rohani lewat Mimbar Agama Kristen di jam 13:00 sampai 15:00,” tambahnya lagi.

Akmal berharap, Radio sebagai salah satu media publikasi tertua, tetap mendapat tempat di tengah masyarakat dan bukan sekadar dinikmati kalangan usia tua sebagai nostalgia.

“Kami tetap berkomitmen menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi publikasi dan media melalui inovasi di setiap program yang naik siar. Selain program yang berkualitas, kami juga merambah platform online lewat aplikasi dan web streaming sehingga good listener tetap dapat mendengar suara kami di mana saja, kapan saja. Kami juga aktif melakukan promosi di media sosial, terutama Facebook dan Instagram. Kami optimis Sergai FM tetap kompetitif kedepannya,” tutup Kadis Kominfo.

Berita Dinas
[ 30 Januari 2020 by diskominfo 0 Comments ]

Dinas Kominfo Berikan Tips dan Trik Lulus CPNS Lewat Talkshow Sergai FM  

Sei Rampah,

Antusiasme masyarakat mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang sangat tinggi, dibuktikan dengan jumlah pelamar CPNS 2019/2020 mencapai lebih dari 5 juta (sumber: liputan6.com), berdasarkan hal ini, Dinas Komunikasi dan Informatika Serdang Bedagai (Dinas Kominfo Sergai) dengan menggelar talkshow persiapan dan tips-trik lulus CPNS di Radio Sergai dengan frekuensi  92,5 FM, Kamis (30/1/2020).

Acara talkshow yang dipandu oleh Vichan, Yuri dan Tami serta mengundang 2 (dua) orang CPNS Dinas Kominfo Sergai Angkatan tahun 2018/2019, Hans Prawira Siahaan dan Ardi Winata Tobing sebagai narasumber untuk berbagi pengalaman yang mereka jalani selama proses seleksi berbasis Computer Assisted Test (CAT) itu.

“ Yang utama tentu saja membentuk pola belajar yang sesuai. Harus konsisten dan punya target. Kedua referensi yang dipakai juga mesti relevan dengan kisi-kisi yang diberikan atau soal tahun lalu. Dan terakhir media pembelajaran divariasikan. Bisa lewat buku, video atau mengikuti try out atau simulasi,” kata Ardi Tobing saat ditanya perihal tips dan trik yang ia pakai dalam proses persiapan.

Sedangkan Hans Siahaan dalam kesempatan tersebut menyebut jika tidak hanya proses belajar saja yang utama, namun dirinya pun menyarankan agar para peserta mempersiapkan diri bersama-sama dengan rekan atau teman belajar. “Akan lebih termotivasi kalau kita punya rekan yang punya visi serupa. Jika bisa sepakat dengan pola belajar dan berkomitmen menjalani yang sudah disepakati, persiapan bisa jadi lebih maksimal,” terangnya.

Hans juga mengatakan jika di antara seluruh tes yang ia kerjakan, tes kepribadian merupakan bagian yang tingkat kesulitannya paling tinggi. Terbukti di tahun 2018/2019, banyak peserta yang gagal di tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD)  karena soal Tes Kepribadian (TKP).

“Perlu persiapan matang untuk mengerjakan soal TKP. Apalagi ambang batas atau passing grade saat saya ujian cukup tinggi. Bukan sekadar memilih yang terbaik, karena opsi soal rata-rata terlihat serupa. Banyak soal yang menyediakan opsi-opsi yang kelihatan sama, namun kalau kita telaah lagi ada soal yang menjebak. Jadi tidak sekadar baik, tapi juga jawaban yang kita pilih harus logis,” lanjutnya.

Ditanya perihal adanya isu miring perihal proses seleksi yang rawan manipulasi, Ardi Tobing menyebut jika mekanisme ujian sekarang sudah ketat. “Pengawasan dan keamanan sudah sangat ketat, jadi kecil kemungkinan ada manipulasi. Belum lagi tes menggunakan sistem komputerisasi dan hasilnya real time. Jadi hati-hati bagi teman-teman jika ada pihak yang menawarkan jalan pintas. Bisa dipastikan itu penipuan,” pungkasnya.

Kedua CPNS ini kemudian menutup sesi talkshow dengan menyampaikan agar para peserta ujian mempersiapkan diri dengan konsisten. “Konsisten dan ingat tujuan yang mau dicapai. Dan terpenting, jangan lupa berdoa,” tutup mereka. MC Sergai/vivi