Berita Dinas
[ 29 November 2019 by diskominfo 0 Comments ]

Dinas Kominfo Latih ASN Kantor Camat Sei Bamban Gunakan Sisumaker

Sei Bamban,

Dalam rangka penerapan penggunaan Aplikasi SISUMAKER (Sistem Informasi Surat Masuk dan Keluar) yang efektif dan efisien di lingkungan Pemkab Sergai, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo)  melakukan pelatihan internal kepada ASN di Kantor Camat Sei Bamban, Kamis (28/11).

“Kantor Camat Sei Bamban adalah kecamatan pertama yang mengundang Dinas Kominfo untuk melakukan pelatihan internal aplikasi Sisumaker ini. Akan tetapi, kami merasa hal ini cukup lama mengingat aplikasi Sisumaker sudah berjalan sejak 2017,” ungkap Kasi Layanan e-Government, Rini Aswani saat mengawali pelatihan.

Disampaikan Rini, 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Sergai, untuk penggunaan aplikasi Sisumaker pada surat masuk sudah seluruhnya dapat menggunakannya. Hanya saja, untuk penggunaan pada surat keluarnya belum ada 1 kecamatan pun yang secara efektif menggunakan aplikasi Sisumaker.

“Penggunaan aplikasi Sisumaker sangat mudah jika seluruh ASN dan admin di setiap OPD  sudah paham dan sering mempraktekkannya. Dan secara sistematis akan mempercepat alur disposisi surat masuk dan keluar karena dapat membuka dan mendisposisikan surat dimanapun berada,” jelas Rini.

Selain itu, Bupati Sergai, Ir H Soekirman sangat  mengharapkan penerapan Aplikasi Sisumaker secara menyeluruh di setiap OPD. Jika seluruh ASN mulai dari staf hingga kepala OPD telah dapat mempraktekkan kegiatan surat menyurat ini melalui Aplikasi Sisumaker sehingga dapat memangkas waktu Birokrasi dan mempermudah kerja birokrasi.

“Dan bagi kecamatan lainnya yang ingin lebih cepat memahami penggunaan aplikasi Sisumaker, dapat mengundang Dinas Kominfo untuk melakukan pelatihan internal di kantor kecamatannya masing-masing,” pungkas Rini.

Hadir pada saat pelatihan, Sekretaris Kecamatan Sei Bamban, Rajali, S.Sos, Kasi PMD, Siti Anita, Kasi Pemerintahan, Nuryenti, Kasubbag Umum dan Kepegawaian, Albert Samosir, pelaksana dan admin umum Kantor Camat Sei Bamban.

Berita Dinas
[ 29 November 2019 by diskominfo 0 Comments ]

Dinas Kominfo Ajak Generasi Millennial Perangi Hoaks dan Bijak Bermedia Sosial

Sei Bamban,

Generasi Millennial adalah generasi yang hidup pada zaman digital dimana segala aktifitasnya setiap hari berinteraksi dan dikendalikan oleh teknologi. Dan penggunaan media sosial secara bijak dapat memberikan pengaruh positif, tapi pemanfaatan yang salah juga akan memberikan pengaruh negatif.

Hal tersebut disampaikan narasumber dari Tenaga Ahli Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Firman Setyono, saat memberikan pemahaman tentang pemanfaatan teknologi digital pada puluhan pelajar Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang mengikuti kegiatan Jambore Ranting II Gerakan Pramuka, berlokasi di SD Negeri 106215 Sei Rampah, Kecamatan Sei Bamban, Jumat (28/11).

“Belakangan ini, dampak globalisasi dan kemajuan teknologi banyak menampilkan sisi negatif, terutama bagi kalangan pelajar dan generasi penerus bangsa, “pungkas Firman.

Oleh karena itu, pemanfaatan serta penggunaan media sosial secara positif akan memberikan dampak pengaruh yang baik untuk diri sendiri dan masyarakat luas, terutama misi yang diemban oleh anggota pramuka yaitu harus mampu menjadi salah satu agen yang meminimalisir penyebaran hoax di tengah masyarakat.

“Anggota pramuka harus memahami penggunaan internet yang positif, kreatif, dan produktif serta dapat menghindari dan memerangi isu-isu hoaks yang dapat merusak diri, mental hingga masa depan generasi muda,” ujarnya.

Selanjutnya, Pelaksana Dinas Kominfo, Afri Heri Nando Saragih, S.Kom yang bertindak sebagai narasumber juga menyampaikan, pramuka harus mengikuti perkembangan zaman dan dituntut agar up to date dalam memperoleh informasi.

“Manfaatkanlah teknologi digital menjadi suatu hal yang dapat memberikan input positif dan membangun bagi diri sendiri dan jika bisa bagi orang lain,” ungkapnya.

Dikatakannya, pelajar era digital saat ini harus haus akan informasi yang tidak hanya bisa mendatangkan nilai positif pada dirinya, tetapi juga memberikan dampak baik ke masyarakat.

“Jangan kita menjadi rusak karena isu hoaks. Dan sudah bukan zamannya lagi sebab teknologi digital yang terlalu cepat berkembang, sehingga kita tertinggal dan menjadi generasi yang terlambat dan terbelakang,” katanya.