Berita Dinas
[ 21 Oktober 2019 by diskominfo 0 Comments ]

Lensa Sergai Bersama Kemenag : Memaknai Arti Muhasabah Diri

Sei Rampah,

Muhasabah adalah sesuatu hal yang perlu dan menjadikannya sebuah kebutuhan dalam tiap-tiap diri manusia, di dalam agama Islam, muhasabah sangatlah dianjurkan karena jika muhasabah bisa dijalankan dengan baik akan memberi banyak manfaat baik yang akan di dapatkan di dunia maupun diakhirat kelak.

Demikian disampaikan narasumber dari Kementarian Agama (Kemenag) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), ustadz Zein Munawar, PAH pada talk show Lensa Sergai, Senin (21/10) bertempat di  studio Radio Sergai FM Kompleks Kantor Bupati di Sei Rampah.

Ustadz Zein Munawar mengatakan, sebagai umat Islam, kita semua wajib memahami hakekat dari muhasabah itu sendiri. “Muhasabah berasal dari akar kata hasiba yahsabu hisab, makna dari kata tersebut secara etimologis ialah melakukan perhitungan, “ jelasnya.

Telah tersuratkan di dalam Al Quran, Surat Al Hasyr, Ayat 18 yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Disampaikan Ustadz Zein, makna dari muhasabah ialah sebuah upaya untuk melakukan evaluasi diri terhadap setiap kebaikan dan keburukan beserta semua aspeknya. Evaluasi tersebut meliputi hubungan seorang hamba (manusia) dengan Allah, maupun hubungan sesama makhluk ciptaan Allah.

“Dengan senantiasa melaksanakan muhasabah, di setiap waktu setiap detik seorang hamba tidak akan menyianyiakan waktu yang telah Allah berikan dalam kehidupannya, di sisa umurnya seorang hamba akan dengan sebaik-baiknya memanfaatkan waktunya untuk berbuat baik demi meraih keridhaan Allah SWT,” ungkap Ustadz Zein.

Selanjutnya, Ustadz Zein menjelaskan beberapa faedah dari bermuhasabah diri, yang pertama , setiap muslim akan bisa mengetahui akan kelemahan serta sadar akan aib dari dirinya sendiri. Kedua, kita akan lebih menyadari akan hak dan kewajiban sebagai seorang hamba Allah SWT. Ketiga, kita akan lebih mengetahui segala sesuatu yang dimana itu baik atau buruk dan keempat adalah kita takut akan kemaksiatan dan keburukan, sadar bahwa setiap tingkah perbuatan senantiasa di awasi oleh Allah SWT.

Berita Dinas
[ 21 Oktober 2019 by diskominfo 0 Comments ]

Belajar SPBE, Dinas Kominfo Turut Serta Kunker Bupati Sergai ke Banyuwangi

Banyuwangi,

Jajaran Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), turut serta mendampingi Bupati Sergai Ir H Soekirman melakukan  studi kunjungan kerja (kunker ) ke Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (21/10).

Kadis Kominfo, Drs. H Akmal, M.Si bersama dengan Kabid PIKP, Zainal Abidin, Kasi Kehumasan, Layanan Informasi dan Komunikasi Publik, Nurlenti Br Purba, S,Sos, M.Ikom turut bersama 5 kabupaten lainnya saat melakukan kunker, yaitu Kabupaten Deliserdang, Kabupaten Langkat, Kabupaten Karo, Kabupaten Labuhanbatu Utara dan Kabupaten Batubara.

Kegiatan kunker yang diikuti 6 kabupaten ini dalam rangka studi tiru menyangkut pengelolaan pertanian, peningkatan PAD, pariswisata dan teknologi informasi untuk dapat diaplikasikan di daerah masing masing yang dilakukan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu), Musa Rajekshah.

Disampaikan Kadis Akmal, kunker ini merupakan kali kedua yang dilakukan Dinas Kominfo yang sebelumnya pada tahun 2017 pernah dilakukan studi banding untuk melihat penyelenggaraan e-Government di Pemkab Banyuwangi.

“Kali ini kami berkunjung kembali ke Banyuwangi untuk melihat lebih dalam lagi terkait penerapan SPBE dan sektor lainnya seperti pariwisata dan pertanian. Dan kami berharap, akan ada banyak hal yang nantinya dapat diimplementasikan di Pemkab Sergai dari hasil kunker ini,” ungkap Kadis Akmal.

Dalam pertemuan ini, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas menjelaskan beberapa sektor yang sudah berhasil dikelola dengan baik selama ini. Dalam hal invests, Pemkab Banyuwangi menerapkan postur investasi, kemudian disusul perizinan. Perusahaan bergerak lebih dulu setelah diperoleh hasil atau keuntungan dan telah beroperasi barulah proses perizinannya dilakukan.

“Yang penting bisa meningkatkan lapangan kerja dan mengangkat kesejahteraan rakyat sehingga terbebas dari kemiskinan,” tegasnya.

Hal ini terbukti dari angka kemiskinan di Kabupaten Banyuwangi dahulunya 20,4% sekarang turun menjadi 7.8 persen. Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Banyuwangi mendapat nilai A selama 2 tahun berturut-turut.

Sementara, dalam destinasi wisata baru, berupa Mall Pelayanan Publik (MPP), juga ada smart kampung dimana masyarakat di kampung sudah terakses digitalisasi dengan kabel optik.

“Penerimaan ASN sangat ketat dengan sistem CAT murni dengan menambah persyaratan untuk bidang tertentu IP 3,5. THL juga dirasionalisasi dengan cara diseleksi ulang menggunakan sistem CAT,” jelasnya.

Pemkab Banyuwangi, sambung Abdullah Azwar Anas, daerah yang banyak menerapkan inovasi pelayanan publik dan selalu mendapat apresiasi, penghargaan dari pemerintah pusat sebagai kabupaten yang masuk dalam 45 besar Sistem Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) dan berulangkali mendapatkan insentif dari pemerintah pusat atas inovasi.

Selain inovasi, dibidang IT,  juga inovasi lainnya yang menyentuh kehidupan masyarakat, seperti siswa asuh sebaya yaitu orang yang mampu membantu anak yang miskin dengan memberikan uang saku bagi siswa SD Rp10 ribu, SMP Rp15 ribu, SMA Rp20 ribu. Ada lagi program rantang kasih yaitu sehari 2 kali Pemkab Banyuwangi memberikan makan berupa mengirimkan rantang makanan bagi janda/duda miskin yang hidup sebatang kara.

Wisata menjadi keharusan di Kabupaten Banyuwangi, karena telah menjadi program Bupati Banyuwangi sehingga semua dinas bisa menjadi Dinas Pariwisata, semua tempat adalah destinasi wisata dan semua kegiatan di Banyuwangi adalah atraksi wisata.

Oleh karenanya, untuk pengembangan wisata dan event festival tersebut sudah terbangun sinergitas yang solid dan kompak diantara semua OPD sehingga tidak ada lagi ego sektoral, semuanya untuk kepentingan masyarakat dan Kabupaten Banyuwangi,” pungkas Bupati Abdullah Azwar Anas.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Soekirman berharap, Kunker studi tiru ini dapat menjadi motivasi dan bahan kajian serta diterapkan di Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat dengan memperhatikan potensi dan keunikan serta kearifan lokal daerah masing-masing.

“Pelayanan publik serta berbagai macam inovasinya, bidang pertanian, pariwisata yang berbasis lingkungan serta pengembangan informasi teknologi yang serba digital di Kab Banyuwangi menjadi studi tiru untuk diadopsi di Sumut khususnya di Sergai,” ujar Soekirman.

Selain Kadis Kominfo, Drs H Akmal, M.Si, dalam kunjungan tersebut, Bupati Sergai H Soekirman turut didampingi Kadis Poraparbud Sudarno S.Sos, dan Kadis Pertanian Radianto SP, MMA.