Berita Dinas
[ 29 Juli 2019 by diskominfo 0 Comments ]

Live Talk show bersama Kemenag Sergai : Bulan-Bulan Yang Dihormati Dalam Islam

Sei Rampah,

Masa Di dunia ini ada dua belas bulan. Namun diantara kedua belas bulan tersebut ada 4 bulan yang memiliki keistimewaan tersendiri yaitu bulan Dzulqo’dah, Dzulhijjah, Muharrom dan rajab, keempat bulan tersebut dalam Al-Qur’an yang disebut dengan asyhurul hurum.

Demikian disampaikan narasumber dari Kementarian Agama (Kemenag) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), ustadz Kholid pada Talk show Lensa Sergai, Senin (29/7) bertempat di  studio Radio Sergai FM Kompleks Kantor Bupati di Sei Rampah.

Tema talk show hari ini adalah Bulan-bulan yang dihormati dalam Islam. Dalam AL Quran Surat At Taubah ayat 36 yang artinya “sungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Ia menciptakan langit dan bumi, diantaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, da perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasabya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa.”

Disampaikan Ustad Kholid, banyak hal yang dapat kita lakukan di bulan asyhurul hurum.  Tidak hanya shalat, ibadah bukan sekedar shadaqah, ibadah tidak hanya berupa puasa ibadah pun tidak hanya haji, namun perkataan apa saja, kapan dan dimana saja yang sekiranya bisa menjadi ridha Allah sudah bisa dikategorikan sebagai ibadah.

Selalulah kita mengadakan muhasabah, introspeksi, mawas diri, apakah amal baik yang sudah kita lakukan sudah lebih banyak, seimbang atau lebih sedikit ketimbang amal yang penuh sia-sia dan berdosa. Dengan kita memperbanyak muhasabah diharapkan bisa menjadi stimulus untuk terus beramal shaleh.

Slaah satu asyhurul hurum adalah bulan sya’ban. Dalam sebuah hadist dikatakan, barang siapa yang melakukan puasa tiga hari diawal sya’ban, tiga hari dipertengahannya, dan tiga hari di akhir sya’ban niscaya Allah akan mencatat pahala, selayaknya pahala puasanya tujuh puluh nabi, dan bagaikan pahala orang yang beribadah 70 th. Dan jikalau ia meninggal pada tahun tersebut, maka nicaya ia digolongkan sebagai matinya orang yang syahid.

Sebagaimana keterangan tersebut diatas bahwa bulan Sya’ban adalah momen yang tepat untuk menyucikan hati. Karena pada dasarnya, hati manusia diciptakan Allah dalam keadaan fitrah, namun perjalanan hidupnya, hati manusia sering terkontaminasi dengan dengan penyakit-penyakit hati, yang bisa menghantarkan manusia ke jurang kenistaan, bahkan lebih nista daripada hewan, karena mata, telinga dan hatinya sudah mau melihat, mendengar dan merasa kalam Allah, itu berarti hati manusia sudah terkotori oleh penyakit hati.

Berita Dinas
[ 29 Juli 2019 by diskominfo 0 Comments ]

Kabid e-Government Turut Serta Serahkan Bantuan APE Kepada 142 PAUD

Sei Rampah,

Kabid Penyelenggaraan E-Government Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Sudiyono, S.Kom bersama dengan pengurus Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Sergai lainnya mendampingi Bunda PAUD Sergai Ny Hj Marliah Soekirman menyerahkan bantuan Alat Permainan Edukatif (APE)  kepada 142 PAUD di Kabupaten Sergai, bertempat di halaman Kantor Bupati di Sei Rampah, Senin (29/7).

Dalam kata sambutannya, Hj Marliah menyampaikan harapannya bagi jajaran pengurus PAUD Kabupaten Sergai, kiranya APE yang baru di serahkan ini dapat berguna bagi para peserta didik agar tumbuh kembang anak berjalan dengan sempurna. Karena pembinaan yang baik adalah pembinaan yang dimulai dari usia dini, khususnya bagi anak-anak yang ada di Kabupaten Sergai Tanah Bertuah Negeri Beradat, katanya.

Adapun APE yang diserahkan berupa sate huruf, menara lingkaran, bowling, lempar gelang, balok bangunan, miniatur rumah ibadah dan bola warna warni yang termasuk dalam APE dalam. Sedangkan untuk APE luar berupa ayunan anak-anak, pungkas Hj Marliah.

Selain itu, ia juga mengharapkan bagi para penerima APE ini agar dapat merawatnya dengan baik dan dimanfaatkan semaksimal mungkin demi menciptakan anak-anak yang berkualitas kedepannya.

“Semoga bantuan APE ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya serta dapat dijadikan sebagai alat permainan di PAUD maupun TK masing-masing secara maksimal,” kata Hj Marliah.