• diskominfo@serdangbedagaikab.go.id
  • (0621) 442135

Live Talkshow bersama Kemenag Sergai : “Hukum Waris Dalam Islam”

diskominfo      0

Live Talkshow bersama Kemenag Sergai : “Hukum Waris Dalam Islam”

Sei Rampah,

“Persoalan mengenai waris termasuk persoalan harta yang diatur pembagiannya dalam ajaran islam sebagaimana Allah SWT mengatur masalah fiqih pernikahan atau hukum pernikahan dalam islam secara mendetail aturannya”, ungkap Ustadzah Sri mengawali talkshow “Lensa Sergai” bertempat di Radio Sergai FM Kompleks Kantor Bupati di Sei Rampah, Senin (10/12).

Dijelaskan Ustadzah Sri, waris secara umum berarti pemindahan harta dari pihak yang sudah meninggak kepada orang lain yang merupakan ahli warisnya. Warisan dalam islam diatur dalam Fiqh atau Hukum Waris islam atau Mawaris dalam Islam. Hal pesoalan waris bukanlah hal yang sepele karena dampak yang ditimbulkan jika tidak diatur oleh Allah SWT.

Lebih lanjut dikatakannya, tujuan dari pengaturan harta waris adalah agar tidak ada persengketaan atau perselisihan mengenai harta yang telah ditinggalkan oleh orang yang telah meninggal. Dengan pengaturan harta waris maka tidak akan ada pihak atau orang yang merasa berhak, merasa paling harus menguasai harta yang ditinggalkan. Pembagian harta warisan akan lebih kekeluargaan dan tidak mengundang konflik.

Ada beberapa dalill mengenai hukum waris islam, seperti dijelaskan Selain itu, dibahas juga di dalam Al-Quran Surat An-Nisaa ayat 176 adalah, “Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah: “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu): jika seorang meninggal dunia, dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan, maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mempusakai (seluruh harta saudara perempuan), jika ia tidak mempunyai anak; tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal”.

Dari ayat diatas dapat diambil beberapa poin mengenai siapa saja yang berhak atas warisan yang ditinggal oleh orang yang sudah meninggal yaitu anak kandung baik perempuan atau laki-laki, ayah dan ibu, istri/ suami.

Dari adanya ahli waris yang diketahui dalam islam, maka kita bisa membagikan harta waris yang ada tanpa muncul perselisihan dan mengindari fitnah dalam islam. Bagi orang beriman yang menerapkan ajaran islam akan merasakan manfaatnya yang besar dan tidak merasa dirugikan sedikitpun oleh aturan yang Allah telah berikan. Hal tersebut adalah bagian dari fungsi iman kepada Allah. Jika tidak diyakini sebagai aturan yang benar, maka kita harus berhati-hati hal tersebut menjadi penyebab amal ibadah ditolak dalam islam, ungkapnya.

 

Leave a Reply

kadis2.jpg

eGovernment Kabupaten Serdang Bedagai

Profil Dinas Kominfo Serdang Bedagai

Kalender